Followers

Tuesday, December 1, 2015

Surat Penawaran Pelelangan Pekerjaan

Nomor             : 140/RBP-SPH/V/2009                                              Jakarta, 6 Mei 2009
Lampiran         : 1 (satu) berkas

Kepada Yth.
Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Pengendalian Banjir dan Perbaikan Sungai I
Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksana Pengelolaan Sumber Daya Air Brantas
Di
Jalan Menganti 312 Wiyung Surabaya

Perihal   :      Penawaran Pelelangan  Pekerjaan Perbaikan Tebing dan Normalisasi Sungai Untuk Penanggulangan Bencana Wilayah Sungai Welang-Rejoso

Sehubungan dengan pengumuman pelelangan nomor 01/PAN/PENG.PKT/STMLS/WS-BTS/IV/2009 tanggal 23 Mei 2009 , setelah kami mempelajari dengan seksama dokumen lelang termasuk Berita Acara Penjelasan dan Addendumnya, dengan ini kami mengajukan penawaran untuk  pekerjaan Perbaikan Tebing dan Normalisasi Sungai Untuk Penanggulangan Bencana Wilayah Sungai Welang-Rejoso sebesar Rp.6.880.256.000,00  (Enam Milyar Delapan Ratus Delapan Puluh Juta Dua Ratus Lima Puluh Enam Ribu Rupiah) sudah termasuk PPN 10 %
Dalam penawaran ini sudah termasuk pengadaan tenaga kerja, bahan, peralatan, biaya umum dan keuntungan, dan semua kewajiban pajak untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas.
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 135 (Seratus Tiga Puluh Lima) hari kalender.
Penawaran ini berlaku selama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak pembukaan penawaran.
Kami akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam dokumen lelang.
Sesuai dengan persyaratan dokumen lelang, bersama surat penawaran ini kami lampirkan asli dan 2 (dua) berkas rekaman terdiri dari:
1.      Surat Kuasa (bila diperlukan);
2.      Jaminan Penawaran;
3.      Daftar Kuantitas dan Harga
4.      Analisa Harga Satuan Pekerjaan Utama
5.      Daftar Harga Satuan Dasar Upah;
6.      Daftar Harga Satuan Dasar Bahan
7.      Daftar Harga Satuan Dasar Peralatan
8.      Metode Pelaksanaan;
9.      Jadual Waktu Pelaksanaan;
10.  Daftar Personil Inti
11.  Daftar Peralatan Utama
12.  Bagian Pekerjaan yang di Subkontrakkan
13.  Lampiran lain yang disyaratkan

Penawar,
PT. Radot Bangun Persada

Materei 6.000

Hany Indriani Hutagalung
Direktur Utama


Keterangan:
1)        Harus dilampirkan surat kuasa apabila dikuasakan

2)        Disesuaikan yang diperlukan terkait pelaksanaan pekerjaan

KEPEMIMPINAN PROYEK

KEPEMIMPINAN PROYEK

Pemimpin dan Kepemimpinan merupakan suatu kesatuan kata yang tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional. Banyak muncul pengertian-pengertian mengenai pemimpin dan kepemimpinan, antara lain :


·  Pemimpin adalah figur sentral yang mempersatukan kelompok
·  Kepemimpinan adalah keunggulan seseorang atau beberapa individu dalam kelompok, dalam proses mengontrol gejala-gejala sosial
· Bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Dalam hal sama, Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok.
·  Kepemimpinan sebagai suatu kemampuan meng-handel orang lain untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan friksi sesedikit mungkin dan kerja sama yang besar, kepemimpinan merupakan kekuatan semangat/moral yang kreatif dan terarah.
·  Pemimpin adalah individu yang memiliki program/rencana dan bersama anggota kelompok bergerak untuk mencapai tujuan dengan cara yang pasti.
·  Pihak yang berpendapat bahwa “pemimpin itu dilahirkan” melihat bahwa seseorang hanya akan menjadi pemimpin yang efektif karena dia dilahirkan dengan bakat-bakat kepemimpinannya.
·  Kubu yang menyatakan bahwa “pemimpin dibentuk dan ditempa” berpendapat bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang dapat dibentuk dan ditempa. Caranya adalah dengan memberikan kesempatan luas kepada yang bersangkutan untuk menumbuhkan dan mengembangkan efektivitas kepemimpinannya melalui berbagai kegiatan pendidikan dan latihan kepemimpinan.
·  seseorang secara genetika telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan
·  bakat-bakat tersebut dipupuk dan dikembangkan melalui kesempatan untuk menduduki jabatan kepemimpinannya
·  ditopang oleh pengetahuan teoritikal yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan, baik yang bersifat umum maupun yang menyangkut teori kepemimpinan.
·  Keberhasilan seseorang memimpin satu organisasi dengan sendirinya dapat dilaihkan kepada kepemimpinan oleh orang yang sama di organisasi lain
·  Keberhasilan seseorang memimpin satu organisasi tidak merupakan jaminan keberhasilannya memimpin organisasi lain.
Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.
Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan “keakuannya”, antara lain dalam bentuk :
·  kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka
·  pengutmaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.
·  Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.
Gaya kepemimpinan yang dipergunakan pemimpin yang otokratik antara lain:
  • menuntut ketaatan penuh dari para bawahannya
  • dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya
  • bernada keras dalam pemberian perintah atau instruksi
  • menggunakan pendekatan punitif dalamhal terhadinya penyimpangan oleh bawahan.
·  Tipe Paternalistik
Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan.
Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Biasanya tiokoh-toko adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap kebersamaan.
·  Tipe Kharismatik
Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.
·  Tipe Laissez Faire
Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.
Karakteristik dan gaya kepemimpinan tipe ini adalah :
·  pendelegasian wewenang terjadi secara ekstensif
·  pengambilan keputusan diserahkan kepada para pejabat pimpinan yang lebih rendah dan kepada petugas operasional, kecuali dalam hal-hal tertentu yang nyata-nyata menuntut keterlibatannya langsung.
·  Status quo organisasional tidak terganggu
·  Penumbuhan dan pengembangan kemampuan berpikir dan bertindah yang inovatif diserahkan kepada para anggota organisasi yang bersangkutan sendiri.

Saturday, November 21, 2015

Pemasangan Jembatan Metode Launcing / Peluncuran

Pemasangan Jembatan Metode Launcing / Peluncuran

Pekerjaan jembatan rangka baja ini terdiri dari pemasangan struktur jembatan rangka baja hasil rancangan patent, seperti jembatan rangka (truss) baja, gelagar komposit, Bailey atau sistem rancangan lainnya termasuk penanganan, pemeriksaan, identifikasi dan penyimpanan semua bahan pokok lepas, pemasangan perletakan, pra-perakitan, peluncuran dan penempatan posisi akhir struktur jembatan, pencocokan komponen lantai jembatan (deck) dan operasi lainnya yang diperlukan untuk pemasangan struktur jembatan rangka baja sesuai dengan ketentuan.

                       Penerbitan Detil Pelaksanaan
      Detil perakitan dan pemasangan, termasuk semua manual, denah penandaan dan daftar komponen yang diperlukan, untuk setiap struktur jembatan rangka baja yang termasuk dalam cakupan kerja dalam Kontrak di mana tidak terdapat detil yang dimasukkan dalam Dokumen Lelang, akan diterbitkan untuk Kontraktor setelah peninjauan rancangan awal selesai dikerjakan.

      Semua bahan atau komponen baja untuk pemasangan struktur jembatan rangka baja yang telah dibeli sebelumnya oleh Pemilik dan disimpan dalam satu depot penyimpanan berbagai peralatan Pemilik atau lebih. Bahan untuk setiap struktur jembatan yang diberikan dapat baru atau pernah dipasang sebelumnya pada lokasi lain.

           Ketentuan bahan dan prosedur pemasangan untuk setiap stukrtur jembatan yang diberikan dapat berbeda-beda menurut sumber sistem patent bahan yang telah dibeli sebelumnya oleh Pemilik.

Sistem tersebut dapat termasuk atau tidak termasuk komponen lantai jembatan dan dapat dipasang dengan salah satu cara pelaksanaan metode launching atau peluncuran seperti berikut:

Pemasangan Dengan Cara Peluncuran Seluruh panel rangka utama meliputi :
  1. Batang-batang penulangan jika diperlukan,
  2. Trasom,
  3. Ikatan angin,
  4. Pengaku vertikal,
  5. Alat penggaru, patok dan perletakan sendi bersama dengan semua perlengkapan pengaku, pengangkat, penyambung.
 Perangkat penyambung meliputi :
     1.      Perangkat penyambung antar struktur rangka (linking steel),
     2.  Perkakas kecil untuk merakit dan komponen peluncuran tambahan seperti rol perakitan, rol peluncur,       rol pendaratan, peralatan dongkrak hidrolik,
     3.  Bahan untuk perakitan kerangka pengimbang ,
     4.  Ujung peluncuran (launching nose).

Pemasangan jembatan komposit merupakan hal penting dan memerlukan tahapan-tahapan yang harus dilakukan yaitu :
1.      Pemasangan jembatan komposit terdiri atas dua tahap, yaitu :
· Tahap pemasangan gelagar baja
· Pengecoran lantai yang merupakan bagian struktur dari jenis komposit
2. Pemasangan gelagar dapat dilaksanakan dengan cara perancah atau dengan cara peluncuran.
3. Pemasangan Gelagar harus mengacu pada desain yang dilaksanakan, karena apabila digunakan dengan cara peluncuran ( launching ), maka bisa terdapat anggapan dalam perhitungan bahwa gelagar menahan semua beban mati beton yang berada di atas gelagar sebelum beton mengeras.
4. Buat camber sesuai yang disyaratkan , karena dengan tidak adanya camber akan mengurangi kapasitas keamanan gelagar komposit.
5. Gelagar komposit baru berfungsi sebagai komposit apabila beton yang berada di atas gelagar tersebut mengeras dan bekerja sama dengan gelagar menjadi satu kesatuan dalam suatu struktur.

6. Komposit terbentuk melalui Shear Connector yang dipasang pada gelagar melintang.

                                              Penampang Melintang Gelagar Komposit

Pelaksanaan

  Penentuan Titik Pengukuran dan Pekerjaan Sementara
Kontraktor harus menyiapkan dan menentukan titik pengukuran pada salah satu oprit jembatan yang cocok untuk merakit suatu rangka jangkar untuk pengimbang dimana pemasangan dengan cara perakitan bertahap akan dikerjakan, atau, bilamana pemasangan dengan cara peluncuran, struktur jembatan rangka baja yang telah lengkap bersama dengan struktur rangka pengimbang dan ujung peluncur.

  Semua penyangga dan kumpulan balok-balok kayu sementara dan/atau pondasi beton yang disediakan oleh Kontraktor untuk pemasangan rol perakit, rol peluncuran, rol pendaratan atau jangkar dan penyangga struktur rangka jangkar harus ditentukan titik pengukurannya dengan akurat dan dipasang pada garis dan elevasi yang benar sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar pemasangan dari pabrik pembuatnya.

  Perhatian khusus harus diberikan untuk memastikan bahwa seluruh rol dan penyangga sementara terpasang pada elevasi yang benar agar sesuai dengan bidang peluncuran yang telah dihitung sebelumnya dan/atau karakteristik lendutan untuk panjang ben-tang jembatan yang akan dipasang.

Pemasangan Perletakan Jembatan

            Perletakan jembatan dapat berupa jenis perletakan elastomerik atau perletakan sendi yang terpasang pada plat perletakan dan balok kisi-kisi. Tiap jenis perletakan harus dipasang pada elevasi dan posisi yang benar dan harus pada perletakan yang rata dan benar di atas seluruh bidang kontak.

           Untuk perletakan jembatan yang dipasang di atas adukan semen, tidak boleh terdapat beban apapun yang diletakkan di atas perletakan setelah adukan semen terpasang dalam periode paling sedikit 96 jam, perlengkapan yang memadai harus diberikan untuk menjaga agar adukan semen dapat dipelihara kelembabannya selama periode ini. Adukan semen harus terdiri dari satu bagian semen portland dan satu bagian pasir berbutir halus.
     


      Jembatan yang dipasang dengan metode Peluncuran (Launching)
  •  Kontraktor harus meng-ambil seluruh langkah pengamanan yang diperlukan untuk memastikan bahwa selama seluruh tahap pemasangan struktur jembatan aman dari pergerakan bebas pada rol.
  • Pergerakan melintasi rol selama operasi peluncuran harus dikendalikan setiap saat.     Seluruh bahan pengimbang (counter-weight) dan perancah sementara pekerjaan baja atau kayu untuk rangka pendukung pengimbang harus dipasok oleh Kontraktor.
  • Beban pengimbang harus diletakkan dengan berat sedemikian rupa sehingga faktor keamanan untuk stabilitas yang benar seperti yang diasumsikan dalam perhitungan pemasangan dari pabrik pembuat jembatan dicapai pada tiap tahap perakitan dan pemasangan.
  • Beban pengimbang harus diletakkan dengan berat sedemikian rupa sehingga faktor keamanan untuk stabilitas yang benar seperti yang diasumsikan dalam perhitungan pemasangan dari pabrik pembuat jembatan dicapai pada tiap tahap perakitan dan pemasangan.
  • Beban pengimbang harus diletakkan dengan berat sedemikian rupa sehingga faktor keamanan untuk stabilitas yang benar seperti yang diasumsikan dalam perhitungan pemasangan dari pabrik pembuat jembatan dicapai pada tiap tahap perakitan dan pemasangan.
  • Operasi pendongkrakan harus dilaksanakan dengan teliti sesuai dengan prosedur pemasangan dari pabrik pembuat jembatan dan Kontraktor harus mengikuti urutan dengan benar dari pemasangan dan penggabungan komponen-komponen khusus selama operasi ini.




Sekilas Info

JEMBATAN SURAMADU



  • Jembatan Nasional “Suramadu” (Surabaya Madura) adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini.
  •  Jembatan Suramadu terdiri dari 3 bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).Berbeda dengan jembatan Musi ( Palembang ), Kapuas ( Kalimantan ).Karena jembatan suramadu ini lebih besar ukurannya,maupun dari gaya arsitekturnya.

Konstruksi
  •  Jalan layang atau Causeway dibangun untuk menghubungkan konstruksi jembatan dengan jalan darat melalui perairan dangkal di kedua sisi. Jalan layang ini terdiri dari 36 bentang sepanjang 1.458 meter pada sisi Surabaya dan 45 bentang sepanjang  1.818  meter pada sisi Madura.
  •  Jembatan ini menggunakan konstruksi penyangga beton kotak sepanjang  80 meter tiap bentang dengan  7 bentang tiap sisi yang ditopang pondasi penopang berdiameter  180 cm.

Jembatan utama
  •  Jembatan utama atau main bridge terdiri dari 3 bagian yaitu 2 bentang samping sepanjang 192 meter dan 1 bentang utama sepanjang 434 meter.
  •  Jembatan utama menggunakan konstruksi cable stayed yang ditopang oleh menara kembar setinggi 140 meter. Lantai jembatan menggunakan konstruksi komposit setebal 2,4 meter.
  •  Untuk mengakomodasi pelayaran kapal laut yang melintasi Selat Madura, jembatan ini memberikan ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut.

Fakta Suramadu
  • Dalam pembangunan jembatan suramadu ini masih mengikut sertakan kontraktor dari luar negeri, akibat dari keterbatasan sumber daya manusia di Indonesia.Padahal kalau kita cermati lebih jauh di negeri sendiri banyak terdapat insinyur di Indonesia yang tidak kalah hebat dengan insinyur di luar negeri. Semoga  diwaktu yang akan datang kita mampu menangani sendiri.

Pemasangan Jembatan Metode Perancah

Pemasangan Jembatan Metode Perancah

Pekerjaan  jembatan rangka baja terdiri dari pemasangan struktur jembatan rangka baja hasil rancangan patent, seperti jembatan rangka (truss) baja, gelagar komposit, Bailey atau sistem rancangan lainnya.

         Yang termasuk sistem rancangan lain yaitu meliputi penanganan, pemeriksaan, identifikasi dan penyimpanan semua bahan pokok lepas, pemasangan perletakan, pra-perakitan, peluncuran dan penempatan posisi akhir struktur jembatan, pencocokan komponen lantai jembatan (deck).
         Ada pula operasi lainnya yang diperlukan untuk pemasangan struktur jembatan rangka baja agar sesuai dengan ketentuan.

Metode perancah

         Perancah merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pembangunan jembatan. Perancah itu sendiri dapat diartikan sebagai struktur penunjang untuk keberhasilan pekerjaan acuan atau sebagai struktur vertical yang berfungsi sebagai penyangga yang bertugas meneruskan seluruh gaya-gaya dan beban dari atas ke bawah.
         Pemasangan jembatan dengan metode perancah dilakukan dengan bantuan perancah sebagai penyangga. Perancah tersebut dipasang untuk menahan jembatan yang telah dirangkai persegmen. Bila sudah diberi perancah dibawah segmen yang telah dipasang, maka beban pemberat dikurangi.

Metode menggunakan perancah dipilih bila keadaan sungai sebagai berikut :

         Dasar Sungai berpasir, atau lempung atau tanah keras, sehingga memudahkan pemasangan tiang perancah.
         Dangkal, atau tidak terlalu dalam, sehingga tidak memerlukan tiang perancah yang terlalu tinggi.
         Kecepatan arus rendah, yang akan mengurangi gaya gaya mendatar terhadap tiang perancah.

         Bebas dari barang hanyutan, yang bisa merusak atau merobohkan tiang perancah. Terdapat bangunan lama, yang dapat dipakai sebagai penyangga sementara bagi bangunan/jembatan baru yang akan dibangun.


    •         Gambar 3. Pemasangan Jembatan Metode Perancah

GAMBAR ABUTMENT

GAMBAR PERANCAH JEMBATAN KAYU



BENTUK UMUM MODEL JEMBATAN KAYU






Penerapan metode perancah untuk pemasangan jembatan juga harus memperhatikan hal-hal berikut:

KUALITAS YANG BAIK = KOKOH
Perancah yang digunakan harus memiliki kualitas yang bagus agar mampu menahan beban jembatan itu sendiri dan beban yang ada di atasnya

KEAMANAN YANG TERJAMIN
Pengerjaan perancah yang baik tentunya mengutamakan keselamatan kerja pekerjanya.

MUDAH DIPASANG DAN MUDAH DIBONGKAR
Pengerjaan perancah yang mudah dipasang dan dibongkar  tentunya berpengaruh pada efisiensi waktu. Setelah itu jika pembongkaran bisa dilakukan dengan baik, bahan-bahan perancah tadi bisa digunakan untuk pekerjaan selanjutnya sehingga menambah keuntungan.

Wednesday, November 18, 2015

Rencana Pelaksanaan Pekerjaan

PT/CV………………………………….
Jl……………………………………….

RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN
KEGIATAN               :………………….
PEMBANGUNAN    :………………….
LOKASI                     :………………….
No.
URAIAN PEKERJAAN
Sat
Vol
Bobot
(%)
JANUARI
FEBUARI
KET
1
2
3
4
5
6
7
8


















A
PEK. PERSIAPAN













1
Pengukuran













2
Papan Nama Proyek













3
Adm. dan Dok.













4
Sewa Direksi Kit































B











































Rencana
Bobot Rencana Mingguan













Bobot Komulatif













Rencana
Bobot Rencana Mingguan













Bobot Komulatif














Mengetahui :                                            Konsultan Pengawas                              ………………………….2015
Kepala Bidang Perumahan    .                                  .........................................                      ………………………………
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Prov. Jateng 
Selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan


………………………………                                    ………………………………                    ………………………………
NIP ………………………..                                      Direktur                                                   Direktur